Thursday, September 7, 2023

MEMAHAMI LITERASI DIGITAL


pesatnya perkembangan media digital saat ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi informasi berbasis internet.

Sayangnya, kecepatan perkembangan media digital ini tidak sejalan dengan peningkatan keterampilan para penggunanya.

Nah, apa risikonya? Dalam pusaran informasi yang begitu cepat di dunia digital, kita sebagai pengguna media digital harus terampil menggunakan media digital. 

Tanpa keterampilan yang memadai, kita tidak bisa menggunakan media digital secara  optimal. 

Kita jugavtidak bisa menghindarkan diri dari beragam konten negatif serta terjebak dalam beragam kejahatan siber.

Caranya bagaimana? Kita harus mampu  mengembangkan kompetensi literasi digital kita agar kita menjadi pengguna yang memahami etika, kecakapan, keamanan, dan budaya dalam menggunakan media digital.


APA YANG DIMAKSUD DENGAN KOMPETENSI
LITERASI DIGITAL

memiliki kompetensi literasi digital yang baik jika ia tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat  digital yang dimilikinya, melainkan juga mampu menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. 

Pertanyaannya, apa sih kompetensi literasi digital itu? 

Kompetensi literasi digital adalah kemampuan tertentu yang dimiliki oleh pengguna media digital yang bisa diukur berdasarkan indikator tertentu.

Pada tahun 2018, perumuskan 10 kompetensi literasi digital sebagai kerangka berpikir untuk beragam program literasi digital yang dimulai dari penulisan seri panduan literasi digital.

Kesepuluh kompetensi tersebut dapat dijelaskan dalam tabel berikut:
  1. Akses : Kompetensi mengoperasikan media digital secara optimal dengan cara mengenali dan menguasai ragam fitur yang ada .
  2. Seleksi : Kompetensi memilih dan memilah informasi dari berbagai sumber agar sesuai dengan kebutuhan. 
  3. Paham   :  Kompetensi memahami dengan baik informasi yang diterima baik dari teks yang  tersirat maupun tersurat .
  4. Analisis. Kompetensi menganalisis informasi dengan membedah pesan yang disampaikan untuk memahami makna pesan.
  5. Verifikasi : Kompetensi melakukan konfirmasi silang dengan informasi sejenis dari beragam sumber lain ataumelakukan cek dengan teliti dan hati-hati untukmemastikan kebenaran informasi.
  6. Evaluasi : Kompetensi melakukan konfirmasi silang dengan informasi sejenis dari beragam sumber lain atau melakukan cek dengan teliti dan hati-hati untuk memastikan kebenaran informasi
  7. Distribusi : Kompetensi membagikan informasi dengan mempertimbangkan siapa yang akan mengakses informasi tersebut.
  8. Produksi : Kompetensi menyusun dan  menghasilkan informasi baru yang akurat, jelas ,dan memperhatikan etik dankaidah hukum yang berlaku.
  9. Distribusi : Kompetensi membagikan informasi dengan mempertimbangkan siapa yang akan mengakses informasi tersebut.
  10. Produksi : Kompetensi menyusun dan menghasilkan informasi baru yang akurat, jelas, dan memperhatikan etik dan
    kaidah hukum yang berlaku.
mengenai pemetaan Kompetensi Literasi

Digital Masyarakat Indonesia 2019 yang diukur melalui 10 Kompetensi  rata-rata indeks literasi digital masyarakat Indonesia adalah 3,61 atau masih dalam taraf sedangI. Artinya masih banyak tantangan yang harus ditaklukkan agar makin cakap digital. Oleh karena itu, berbagai program literasi digital terus digencarkan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital.

SEPERTI APA KOMPETENSI DIGITAL Di INDONESIA?

Indonesia termasuk sebagai negara dengan pengguna internet tinggi di dunia menurut We Are Social yang dirilis Februari 2022. 

Data tersebut menunjukkan bahwa 73,7% penduduk Indonesia merupakan pengguna internet aktif dan 68,9% di antaranya merupakan pengguna media sosial. Menurut data tersebut, kaum muda Indonsia yang tergabung dalam kelompok usia 13-17 tahun dan 18-24 tahun mengambil porsi terbesar (19,8%) pengguna internet di Indonesia.

Nah, bagaimana dengan kompetensi digital kaum muda di Indonesia? Riset tahun 2019 menunjukkan bahwa indeks literasi digital kaum muda terbagi dalam beberapa kelompok umur.
.
Untuk pengguna media digital berusia 13-17 tahun, indeks rataratanya adalah 3,54 dengan skor terendah di kompetensi kolaborasi (2,9) dan skor tertinggi di akses (4). Sedangkan pengguna media digital berusia 17-20 tahun, indeks rata-ratanya adalah 3,85 dengan skor terendah di kompetensi kolaborasi (3,2) dan skor tertinggi di akses (4,4). Temuan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi pengguna media digital yang bersifat fungsional dan teknis cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kompetensi kritis dan berinteraksi dengan pengguna media digital lain maupun komunitas yang lebih besar.

Hasil survei Literasi Digital Indonesia 2021

menunjukkan temuan menarik. Riset yang menggunakan empat pilar utama yang dijadikan dasar penilaian literasi digital yakni ;

1. kecakapan digital
2. etika digital
3. keamanan digital
4. budaya digital

ini menemukan bahwa pilar tertinggi ada di budaya digital (3,9) sedangkan pilar terendah yaitu keamanan digital (3,11). Hanya di beberapa provinsi yang memiliki skor rendah di etika digital, yakni Gorontalo, Papua, Papua Barat, Riau, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan. Di sisi lain, Papua memiliki skor yang paling tinggi untuk bidang kecakapan digital .

Data-data tersebut menunjukkan walaupun skornya masih cenderung sedang, tetapi para pengguna media digital sudah cukup mampu menerapkan kompetensi digital secara berbudaya,tetapi masih kurang terlindungi saat menggunakan media digital. Keempat pilar literasi digital ini tentu tidak dapat dipisahkan begitu saja, tetapi harus dikuasai bersama-sama sehingga seseorang dapat dikatakan melek digital atau digital literasi.

MENGAPA ERA DIGITAL  INI PENTING?

generasi yang lahir di era digital, disebut juga sebagai digital netive. Sejak lahir, generasi ini sudah kenal dengan berbagai perangkat yang menghubungkan mereka dengan dunia luar hampir tanpa batas, tetapi harus disadari bahwa di dunia digital kita bukan hanya akan bertemu dengan hal-hal baik dan menginspirasi, tapi tidak sedikit konten yang membuat kita sedih, membuat kita tidak percaya diri, dan menyakiti kita.

Untuk lebih memahami etika di media digital, lebih cakap menggunakan media digital, lebih aman, mengenal, dan membangun budaya baik di dunia digital.

Beberapa wilayah di Indonesia: Nusa Tenggara Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi  Selatan, dan Maluku.

Memahami Literasi Digital

memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan bermedia digital. Bagian ini juga dilengkapi dengan penjelasan mengenai sistematika dan cara penggunaan modul.

Etis Bermedia Digital Mengenai etika bermedia

Ancaman SARA dan menghindarinya, serta mengenai pornografi. Tentunya semua disajikan dengan tujuan untuk membuat Kawan Muda Japelidi lebih beretika selama berada di dunia digital dan menggunakan media digital.

Jadi Cakap & Keren di Dunia Digital mengenai cakap

paparan  lebih mengenali berbagai  keterampilan menggunakan media digital, memahami berbagai aplikasi, dan tips untuk memperoleh informasi yang aman dan tidakmenyalahi ketentuan hukum.  menjadi lebih cakap dan keren ketika berada di dunia digital.

Jangan Lengah, Pastikan Tak Ada Celah Kejahatan Digital! mengenai aman digital.

Untuk tangguh menjaga perlindungan data pribadi agar tidak terjebak dalam beragam bentuk kejahatan didunia digital termasuk penipuan online,  maupun pembajakan akun. Bagian ini tak hanya menjelaskan tentang bagaimana mengenali ragam bentuk  kejahatan digital, tapi juga untuk mencegah dan  mengatasinya. 

Akan mampu meningkatkan kompetensi aman bermedia digital yang berguna tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga pengguna lainnya.

Cara Keren Berbudaya Digital mengenai budaya digital

untuk lebih memahami perbedaan antara konsep budaya di dunia fisik dan di dunia digital. 

Jadi Agen Literasi Digital Untuk Indonesia Siapa Takut? 

guna meningkatkan kompetensi literasi digitalnya.di wilayah masing-masing agar dunia digital lebih aman dan nyaman untuk semua penggunanya.

Sumber :
Katadata Insight Center & KOMINFO. (2021).  https://katadata.co.id/StatusLiterasiDigital

Sunday, February 19, 2023

upacara bendera 20022023

*PENGUMUMAN UPACARA  SENIN, 20 Februari  2023*

Permendikbud No 22 Tahun 2018 Tentang Pedoman Upacara Bendera Di Sekolah, menyebutkan  bahwa : *Pelaksanaan upacara bendera di sekolah merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang mencakup nilai-nilai penanaman sikap disiplin, kerjasama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab yang mendorong lahirnya sikap dan kesadaran berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air di kalangan peserta didik;*

Mengingat hal tersebut, kepada seluruh Peserta Didik SMAN 1 Rancaekek diwajibkan untuk mengikuti *"Upacara hari Senin, 20  Februari 2023  tahun ajaran 2022/2023"* dengan baik dan bertanggung jawab.  
Kepada anak anakku semua, lebih bersemangat sekolah dan jangan lupa :
1. Datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya.  *Pukul 06.45* Upacara akan kita mulai.
2. Petugas Upacara adalah teman teman dari Kelas 11 MIPA 4,  dibantu OSIS/MPK  Pramuka, PMR, dan Paduan Suara. 

3. Menggunakan seragam yang rapih lengkap dengan atribut, dan menggunakan topi sekolah. (Seragam putih perempuan tangan panjang, rok lipit panjang. 
4. Sepatu hitam dan tidak ber hak (sepatu Sport), dengan kaos kaki putih. 
5. Tidak ber make up 
6 Rambut sudah tercukur rapih dan tidak di cat
7. Datang ke lapangan tepat waktu, 6.45 sudah siap dilapangan
8. Mengikuti upacara dengan baik, menahan diri selama 30 menit untuk Diam, dan mengikuti upacara dengan Khidmat.

*SMAN 1 RANCAEKEK........ UNGGUL BERSAMA*


Wakasek Kesiswaan

Dhinar YDS

Thursday, September 29, 2022

Pelaksanaan PH ( PENILAIAN HARIAN )

Foto by Nia Kania Dewi

Siap Sumatif Semester Ganjil

Bagi Satuan pendidikan yang melaksanakan kurikulum merdeka bisa saja tidak diadakan  pelaksanaan PTS, Namun  tetap bisa melaksanakan sumatif, semua tergantung kebijakan sekolah, sehingga kemerdekaan bagi sekolah untuk melaksanakan asesment sumatif.

UTS Sesuai Jadwal

Ujian tengah semester Di SMAN 1 RANCAEKEK  dijadwalkan minggu ke 4 dibulan September. Guru mata pelajaran mempersiapkan soal ujian yang di selenggarakan setiap jadwal pelajaran.  Untuk mata  pelajaran informatika (BKTIK) pastikan soal masih mengunakan kurikulum K13 yang mana kurikulum ini digunakan untuk kelas XI dan XII.



Pelaksanaan PH

Sebagaimana diketahui bahwa pada setiap satuan pembelajaran Penilaian Harian  dilaksanakan setelah guru menyelesaikan pembelajaran satu tema atau subtema. Tergantung satuan pendidikan yang memberlakukan pengaturan tentang pelaksanaan Pelaksanaan Harian.

Namun demikian guru dapat melaksanakan penilaian harian setelah selesai pembelajaran dengan satu tema. 

Penilaian harian dilaksanakan  setelah selesai subtema terakhir pada tema tersebut . Pada bidang studi Informatika, Penilaian harian  dapat dilaksanakan setelah satu bab selesai atau satu sub bab selesai.

Hal ini penting di dalam pelaksanaan penilaian harus mengakomodir kompetensi dasar atau capaian pembelajaran pada tema atau bab materi tersebut. Sehingga dalam satu KD dapat terwakili oleh beberapa soal Penilaian harian untuk diujikan kepada siswa.

Analisis Penilaian Harian 

Untuk menganalisa penilaian harian format Excel   yang gunakan untuk ajaran 2022-2023 ini akan mempermudah guru untuk menganalis harian atau penilaian harian yang telah dilaksanakan. Guru hanya akan memasukan nilai yang diperoleh siswa setiap butir soal sesuai dengan nilai maka, dengan mudah akan diperoleh hasil analisis 

Hasil analisis penilaian harian sesuai dengan jumlah dan perhitungan  skor setiap soal.pilihan ganda, jawaban singkat dan uraian memiliki 
Skor yang berbeda. Nah, skor ini juga dapat ditentukan oleh guru. Sehingga, nanti akan terlihat seberapa jauh materi dipahami siswa dilihat dari perolehan nilai setiap butir soal.

Hasil analis ini juga digunakan guru sebagai bahan menentukan pelaksanaan remedial teaching maupun pengayaan bagi siswa.



Wednesday, September 14, 2022

7Aktivitas Belajar yang Patut Dibiasakan


Belajar bukanlah berproses dalam kehampaan, tidak pula pernah sepi dari berbagai aktivitas  Belajar adalah suatu kata yang tentu sudah akrab dengan berbagai lapisan masyarakat. Apalagi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, belajar sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari semua kegiatan dalam menuntut ilmu di lembaga pendidikan. 

Menurut Cronbach, belajar sebagai bentuk (aktivitas) yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku hasil dari pengalaman. Perubahan yang dimaksud di sini tentunya sesuai dengan perubahan yang dimaksud dengan si pelajar. Dalam proses belajar, seseorang tidak akan dapat menghindarkan diri dari suatu situasi. Situasi menentukan aktivitas apa yang dilakukan dalam rangka belajar. Setiap situasi akan memberikan kesempatan belajar kepada seseorang. Oleh karena itu, berikut tujuh aktivitas belajar seperti disebutkan dalam buku “Psikologi Belajar” karangan Drs. Syaiful Bahri Djamarah. 

1. Mendengarkan 

Mendengarkan salah satu aktivitas belajar yang diakui kebenarannya dalam dunia pendidikan formal persekolahan, maupun pendidikan non formal. Aktivitas mendengarkan dalam proses belajar jelas tidak asing dalam pendidikan formal, misalnya seorang guru ataupun dosen menggunakan metode ceramah saat memberikan pengajaran, maka siswa (mahasiswa) patut untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru (dosen). Bahkan menjadi pendengar yang baik dituntut bagi setiap orang guna bisa memahami sesuatu secara utuh. Meskipun di sela-sela pengajaran itu ada waktu untuk mencatat dan berdiskusi. 

Diakui memang bahwa mendengarkan bukan satu-satunya aktivitas belajar. Hal ini disebabkan karena ada orang yang tuna rungu belajar yang tidak mempergunakan aktivitas mendengarkan, melainkan hanya melalui visual (penglihatan). Tetapi aktivitas mendengarkan sangat penting diperhatikan bagi mereka yang tidak tuna rungu. 

2. Memandang

Memandang adalah proses mengalihkan penglihatan ke suatu objek. Aktivitas memandang ini tentu berhubungan erat dengan mata. Misalnya dalam pendidikan, seorang pelajar bisa memandang papan tulis yang sudah ditulis oleh guru. Tulisan yang pelajar pandang itu selanjutnya akan menimbulkan kesan dan tersimpan dalam otak. Pada dasarnya maksud dari aktivitas memandang dalam belajar guna memberikan perubahan tingkah laku bagi orang yang memandang secara positif. 

Penting diingat bahwa tidak semua aktivitas memandang berarti belajar. Aktivitas memandang dalam arti belajar adalah aktivitas memandang yang bertujuan sesuai dengan kebutuhan untuk mengadakan perubahan tingkah laku yang positif. Aktivitas memandang tanpa tujuan bukanlah termasuk perbuatan belajar. Meskipun pandangan itu tertuju pada suatu objek tertentu, tetapi jika tidak memiliki tujuan yang ingin dicapai, maka pandangan yang demikian itu tidak termasuk belajar. 

3. Menulis atau mencatat

Menulis atau mencatat menjadi hal terpenting dan tak terpisahkan dengan aktivitas belajar. Misalnya dalam pendidikan tradisional mencatat sudah menjadi hal yang sering dilakukan. Ketika guru selesai menjelaskan, maka seorang pelajar patut untuk mencatat setiap informasi penting yang dinilai dapat memberikan manfaat dalam pencapaian tujuan belajar. 

Saat mencatat tidak sekedar mencatat, tetapi mencatat yang dapat menunjang pencapaian belajar. Artinya dalam belajar seseorang memahami tujuan dan kebutuhannya dalam mencatat, jangan sampai mencatat sembarangan karena bisa saja hanya mendatangkan kerugian material maupun pemikiran. Dalam proses mencatat (menulis) juga tidak dibenarkan menjiplak atau mengcopy karya orang lain yang bisa terindikasi pada hak cipta. 

4. Membaca

Aktivitas membaca merupakan aktivitas yang banyak dilakukan dalam proses pendidikan formal. Membaca tidak melulu harus buku, tetapi membaca dapat pula membaca dengan bantuan smartphone dan alat canggih yang lain di internet. Membaca sejatinya sebagai jalan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, sehingga dapat menjadi orang yang cerdas, dan bagi mereka yang mengabaikan untuk membaca bisa saja akan dilanda kebodohan. 

Cara dan teknik untuk membaca mungkin setiap orang memilikinya dengan cara yang berbeda, artinya penting untuk mengenali cara belajar yang tepat sesuai versi sendiri yang membuat nyaman saat membaca dan bisa mencapai suatu tujuan membaca. Maka dari itulah pilihlah teknik membaca sesuai dengan karakteristik pribadi, dengan tidak mengabaikan pola-pola umum dalam belajar. 

5. Mengingat 

Mengingat menjadi faktor penting dalam hal proses belajar. Mengingat merupakan gejala psikologis yang dapat dilihat dari sikap dan perbuatannya. Proses mengingat di sini adalah kemampuan jiwa untuk memasukkan, menyimpan, dan menimbulkan kembali hal-hal yang berlalu atau sudah pernah dilewati sebelumnya. Proses ingatan seseorang sangat ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya sifat seseorang, alam sekitar, keadaan jasmani, keadaan rohani, dan umur seseorang. 

6. Berpikir

Berpikir juga aktivitas penting dalam proses belajar. Berpikir tentunya membuat seseorang dapat menemukan hal baru, setidak-tidaknya orang menjadi tahu hubungan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Berpikir yang dimaksud di sini tentu bukanlah sembarangan berpikir, tetapi ada draf tertentu, mulai dari taraf berpikir yang rendah sampai pada taraf berpikir yang tinggi. 

7. Latihan atau praktek

Latihan atau praktek menjadi hal penting dilakukan setelah melalui berbagai proses belajar yang lain. Belajar sambil berbuat merupakan bagian dari latihan. Melalui latihan menjadi hal penting untuk memperkuat ingatan. Misalnya seseorang telah mempelajari rumus matematika atau rumus bahasa, maka penting membuat latihan sebanyak-banyaknya agar rumus tersebut tidak terlupakan. Dengan banyak latihan memungkinkan seseorang dapat menerima kesan-kesan secara fungsional dan termasuk aktivitas belajar yang optimal. 

Nah, itulah tujuh aktivitas belajar yang sangat penting diperhatikan dan memang saling terkait satu sama lain. Berbagai aktivitas tersebut tentu dapat mendorong berhasilnya suatu tujuan belajar, dan tentunya dapat mendorong diri bisa lebih mengetahui banyak hal dan pengembangan diri pun dapat terwujud dengan baik. 

Monday, September 12, 2022

LITERASI



literasi merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan memperoleh kecakapan hidup. Pasalnya, selain membuat orang mampu berpikir lebih kritis terhadap informasi dan pengetahuan yang diterima, literasi dapat membuat orang mudah menyampaikan pendapat karena telah memiliki bekal pengetahuan dari buku-buku yang dibaca.

literasi merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan memperoleh kecakapan hidup. Pasalnya, selain membuat orang mampu berpikir lebih kritis terhadap informasi dan pengetahuan yang diterima, literasi dapat membuat orang mudah menyampaikan pendapat karena telah memiliki bekal pengetahuan dari buku-buku yang dibaca. 

Bukan membuat pintar tapi orang akan mudah menyampaikan pendapat karena dia punya pengetahuan yang dia baca," ujar Wien. "Selama ini orang enggak ngeh, mereka membaca lebih untuk mencari informasi dan hiburan. Padahal, dengan membaca itu bisa membandingkan informasi satu dan lainnya, pengetahuan satu dan lainnya. Akhirnya, dia punya kecakapan memilih mana pengetahuan yang penting buat dia." 

 memperbanyak literasi dengan membaca akan membuat otak lebih aktif sehingga proses belajar menjadi lebih mudah.

"Kita seolah membuat theatre of mind di dalam pikiran karena membayangkan apa yang kita baca dan mengaitkannya dengan apa yang sudah kita ketahui. Jadi, lebih banyak sel otak yang bekerja saat membaca daripada anak hanya menonton saja,"


Tumbuhkan kepercayaan diri

 literasi akan membuat orang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, bekerja secara tim, mengevaluasi diri sendiri, serta lebih adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi untuk penghidupan. Keterampilan literasi juga mampu menumbuhkan kepercayaan diri serta membuat orang memiliki keahlian untuk bekerja sesuai dengan minatnya di kemudian hari.

"Dia punya keahlian untuk masuk ke dunia kerja karena spesifik mempelajari sesuatu dengan membaca. Jadi, bukan sekadar biar punya banyak bacaan yang beragam, itu kan klise,"

Untuk meningkatkan keterampilan literasi, pemerintah telah mencanangkan pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum belajar, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuh Pekerti. Namun, Wien menilai ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan literasi di Indonesia, seperti perlu adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman literasi bukan hanya sekadar membaca. Demikian juga akses pada sumber bacaan berkualitas dan layanan perpustakaan.

"Orang harus sadar bahwa membaca itu bagaimana dia membangun kecakapan hidup. Akses pada sumber bacaan berkualitas juga masih terbatas, toko buku masih terbatas. Kuantitas (perpustakaan) banyak tapi kualitas layanannya perlu ditingkatkan," 

MEMAHAMI LITERASI DIGITAL

pesatnya perkembangan media digital saat ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi informasi berbasis internet. Sayan...