Bukan membuat pintar tapi orang akan mudah menyampaikan pendapat karena dia punya pengetahuan yang dia baca," ujar Wien. "Selama ini orang enggak ngeh, mereka membaca lebih untuk mencari informasi dan hiburan. Padahal, dengan membaca itu bisa membandingkan informasi satu dan lainnya, pengetahuan satu dan lainnya. Akhirnya, dia punya kecakapan memilih mana pengetahuan yang penting buat dia."
"Kita seolah membuat theatre of mind di dalam pikiran karena membayangkan apa yang kita baca dan mengaitkannya dengan apa yang sudah kita ketahui. Jadi, lebih banyak sel otak yang bekerja saat membaca daripada anak hanya menonton saja,"
Tumbuhkan kepercayaan diri
literasi akan membuat orang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, bekerja secara tim, mengevaluasi diri sendiri, serta lebih adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi untuk penghidupan. Keterampilan literasi juga mampu menumbuhkan kepercayaan diri serta membuat orang memiliki keahlian untuk bekerja sesuai dengan minatnya di kemudian hari.
"Dia punya keahlian untuk masuk ke dunia kerja karena spesifik mempelajari sesuatu dengan membaca. Jadi, bukan sekadar biar punya banyak bacaan yang beragam, itu kan klise,"
Untuk meningkatkan keterampilan literasi, pemerintah telah mencanangkan pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum belajar, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuh Pekerti. Namun, Wien menilai ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan literasi di Indonesia, seperti perlu adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman literasi bukan hanya sekadar membaca. Demikian juga akses pada sumber bacaan berkualitas dan layanan perpustakaan.
"Orang harus sadar bahwa membaca itu bagaimana dia membangun kecakapan hidup. Akses pada sumber bacaan berkualitas juga masih terbatas, toko buku masih terbatas. Kuantitas (perpustakaan) banyak tapi kualitas layanannya perlu ditingkatkan,"
No comments:
Post a Comment